Visi Sekolah
Jumat, 19 Apr 2024

  • “Terbentuknya manusia berprestasi yang berkarakter: religious, disiplin jujur, tanggung jawab, cerdas, sehingga mampu bersaing di era baru, era digital”
4 April 2024

Paskah Bersama 2024

Kamis, 4 April 2024 Kategori : informasi

Pada hari Kamis, 4 April 2024, diadakan acara Paskah bersama di SMA Katolik Diponegoro Blitar yang diawali dengan misa atau perayaan ekaristi di halaman sekolah SMA Katolik Diponegoro yang dipimpin oleh Romo Kristoforus.

Lalu acara perayaan dilakukan setelah Misa dan beralih tempat ke Paroki Santo Yusuf Blitar, acara paskah ini memiliki tema “Wungu Dalem Sri Yesus Damel Mranata Gesang Enggal” yaitu dengan adanya Tuhan Yesus kita dapat menata kehidupan, pembawa acara pada acara hari ini adalah Alvaro (X-3) dan Chelsea (XI-2) dari perwakilan organisasi Duta Bahasa, untuk mengawali acara ini diadakan doa lintas agama mulai dari agama Katolik, Kristen, Islam, Buddha, Hindu, dan Konghucu.

Pembukaan acara disambut oleh kepala sekolah SMAK Diponegoro yaitu Ibu Damayanti Laksmayoni Dorothea S.Tp, lalu dilanjutkan dengan penampilan siswa-siswa SMA Katolik Diponegoro penampilan pertama diisi oleh Tim Dipvoice atau tim paduan suara dari ekstrakurikuler SMAK Diponegoro Blitar dengan menyanyikan dua lagu HYMNE SMAK serta Kristus tlah menang, selanjutnya ada tim YDC (Youth Dipo Comunity) dari tim kristenitas yang menyanyikan lagu Karna Salib-Mu dan Ingat Kasih-Nya.

Sesi talkshow diisi oleh Romo Kristoforus dengan Siswi Jennesa(XI-1) sebagai moderator yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang seringkali kita pertanyakan, seperti:

  1. Awal mula kenapa Romo Kristo ingin menjadi Romo?
    Sejak kecil, Romo tertarik untuk mendalami ajaran Yesus. Pengalaman di altar saat masih muda membuat Romo Kristo semakin tertarik untuk menjadi seorang Romo dan melayani umat.
  2. Makna tema pada acara ini menurut Romo?
    Tema yang diangkat dalam bahasa Jawa “Wungu Dalem Sri Yesus Damel Mrata Gesang Enggal” artinya Yesus yang telah bangkit dapat menata hidup kita. Telur Paskah melambangkan kehidupan baru atau kebangkitan, sedangkan kelinci yang muncul pada musim panas melambangkan simbol kesuburan dan kehidupan baru.
  3. Ajaran yang mengajarkan tema ini:
    Tema ini sesuai dengan ajaran Gereja dalam Gaudium et Spes, bahwa panggilan hidup orang Katolik adalah mencapai kekudusan, baik menjadi imam atau suster maupun memilih berkeluarga. Paus Fransiskus juga pernah menyatakan bahwa “kebaikan itu menular”. Solusi terbaik adalah menjaga kepekaan rohani dan berusaha memperbaiki diri dari kesalahan-kesalahan kecil.
  4. Didikan yang dapat membantu kita:
    Menurut Romo, didikan secara rohani dapat membantu kita. Meskipun pelajaran akademik penting, kepekaan rohani juga sangat penting agar kita dapat memperbaiki diri dari kesalahan-kesalahan kecil dan membuat hidup baru.
  5. Dosa yang terulang:
    Romo menjelaskan bahwa seseorang yang kotor akan mandi meskipun akan kotor lagi, orang yang lapar akan makan meskipun akan lapar lagi meskipun kita tahu suatu hari akan berbuat dosa lagi, kita harus tetap berusaha menjaga hati rohani. Dosa yang menguntungkan adalah dosa yang membawa kita lebih dekat dengan Tuhan, seperti dosa Adam yang membawa Yesus untuk menderita.

Pesan Romo untuk kaum muda: “bermainlah sejauh mungkin, namun jangan sampai membuat dosa.”

Setelah itu Romo memberikan pertanyaan kepada audiens mengenai paskah, lalu 3 murid menjawab dan mendapatkan hadiah. Lalu adanya kegiatan ice breaking yaitu estafet bola bagi yang mendapat maka akan maju ke depan dan mendapat tantangan.

Lomba utama pada perayaan paskah ini adalah, lomba hias telur yang berjalan selama 25 menit lamanya, setelah itu juri menilai hasil para peserta berdasarkan keindahan, kebersihan, kreativitas, dan sebagainya. Kemudian acara dilanjutkan dengan drama dari ekstrakurikuler teater Katja Digo yang bertema tentang “Kebangkitan Yesus kristus”. Drama ini menceritakan murid-murid Yesus yang tidak percaya akan kebangkitan Yesus, di awal di isi dengan dua orang penggoda yang sedang menggoda Maria Magdalena dan berlanjut sesuai dengan cerita aslinya tapi dengan bumbu komedi yang di kreasikan oleh anak teater.

Setelah drama dari tim Katja Digo dilanjutkan dengan pengumuman 3 pemenang lomba menghias telur paskah juara 1 dari X-3, juara 2 dari X-2 dan juara 3 dari XI-3.

Untuk yang terakhir terima kasih untuk segala panitia yang membantu mempersiapkan dan melancarkan segala kegiatan acara dari awal hingga akhir.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar