Visi Sekolah
Kamis, 13 Jun 2024

  • “Terbentuknya manusia berprestasi yang berkarakter: religious, disiplin jujur, tanggung jawab, cerdas, sehingga mampu bersaing di era baru, era digital”
18 Mei 2024

Sosialisasi Teologi Tubuh

Sabtu, 18 Mei 2024 Kategori : informasi

SANANWETAN-SMAKDipo Journalist-Pada hari Jumat, tanggal 17 Mei pukul 09.30 WIB siswa-siswi SMA Katolik Diponegoro Blitar teruntuk kelas XI mengikuti sosialiasi yang bertempat di Aula Paroki Santo Yusup Kota Blitar untuk diberikan ilmu “Teologi Tubuh” yang dibawakan oleh Romo Kristoforus Krisna.
Awal mula pertemuan ini, Romo memulai dengan ice breaking dengan memanggil tiga murid yaitu Theodorus Sandro, Christian Kevin, dan Gracia Olive agar mereka lebih ramai mereka pun mengajak Samuel Fernando dan Citra Natalia. Setelah ice breaking selesai, Romo pun beraksi dalam membawa materi nya kepada pada murid kelas XI dengan durasi selama 1 jam lebih hinga selesai pada pukul 11:00

Berikut hasil wawancara tim jurnalistik dengan Romo Kristo:
“Selamat pagi Romo boleh kah saya wawancara?” tanya tim jurnalistik. “Oh boleh, silahkan mau bertanya apa?”, jawab Romo Kristo dengan ramah. “Baik Terima kasih, untuk pertanyaan pertama mengapa Romo mau membawa materi berat ini kepada murid SMAK Diponegoro?” tanya tim Jurnalistik. Romo Kristo menjawab: “Pertama itu bukan materi yang berat karena teologi tubuh ini memang kesannya berat tapi sebenarnya konkret untuk anak anak usia SMA, kenapa konkret? Karena usia-usia remaja adalah peralihan menuju orang muda yang rentan pada penyalahgunaan tubuh lalu memiliki gambaran yang tidak sehat tentang sexualitas maka ini menjadi hal yang sangat konkret bagi teman-teman dan itu juga urgent untuk kita semua apalagi menghormati sexualitas manusia.” Tim Jurnalistik bertanya kembali: “Tapikan banyak yang masih belum mau menerima edukasi edukasi seperti ini, bagaimana tanggapan Romo? Apalagi orang yang lebih tua seperti orang tua yang sejak kecil sampai besar tidak mengajarkan ilmu-ilmu seperti ini kepada anak anaknya.” Romo Kristo menjawab: “Sebenarnya kita dihadapkan pada dua keberatan, keberatan pertama ini dari generasi yang lama artinya generasi lama ini generasi orang tua kita itu masih menilai tubuh, sexualitas itu menjadi topik yang tabu kalo orang jawa bilang gak ilok ngomong soal sex itu tapi sebenarnya keberatan yang satu sisi adalah ya kita hidup di jaman yang sudah open minded orang terbuka menerima ilmu ilmu pengetahuan yang baru nah kenapa Masih ada orang ada yang sulit menerima? Ya Karena pada akhirnya masih dikait-kaitkan pada dosa.” Tim Jurnalistik mengorek kembali ke Romo Kristo: “Pertanyaan selanjutnya, apakah Romo tidak takut membawa materi Sensitif ini kepada para murid?” Jawab Romo Kristo: “Tidak, tidak kalo itu dibawakan dengan cara yang baik dan benar kalau itu materi ini tadi disampaikan dengan cara yang Salah orang akan rentan pada menangkapnya berbeda misalnya kita tadi mengatakan sexualitas itu hal yang luhur kalau itu Salah ditangkap berarti kita boleh berbuat sex berbuat hubungan badan nah kalau Salah menangkap, tapi kalo orang menangkap dengan benar dengan baik dia menangkap kalo itu sex luhur maka kita menghormati sex. Selanjutnya lagi Romo apakah ini termasuk edukasi sex atau lebih dari itu ini bagian dari edukasi sexualitas tetapi lebih yang kita sampaikan tadi ini dua kalau ini Selama ini yang sampaikan bukan Romo tapi hanya dokter pasti yang disampaikan hanya seputar bagaimana menjaga organ vital bagaimana menghormati sex itu di fase tahap kodrat tapi tadi kita sudah sampai tahap adi kodrat jadi yang membedakan materi teologi tubuh dengan edukasi sexualitas.“Selanjutnya lagi apa yang romo harap setelah membawa materi ini kepada murid murid?” tanya Tim Jurnalistik. “Jujur yang Romo harapkan tidak muluk muluk lebih ke murid bisa menghormati dirinya menghormati orang lain tidak membully fisik orang lain Dan menghormati orang cacat fisik“, jawab Romo Kristo. Demikian laporan kegiatan dan wawancara yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat bagi teman-teman pembaca website smakdiponegoroblitar.sch.id. Terimakasih.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar